Senin, 11 Maret 2013

Cara Mempercepat Loading Blog


Kecepatan blog sangatlah penting untuk menarik lebih banyak pengunjung ke blog Anda. Jika loading blog Anda terlalu lama (lambat sekali) dan memakan waktu yang terlalu lama untuk memuatnya, hal ini bisa membuat banyak pengunjung males (langsung menutup) blog anda
. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang akan membantu blog Anda memuat lebih cepat dan menarik lebih banyak pengguna.Berikut ini Cara Mempercepat Loading Blog :


1. Login ke blog kamu

2. Klik Template >> Edit HTML >> centang Expand Template Widget

3. Cari code </head> dengan menggunakan Ctrl+F

4. Copy kode berikut dan taruh diatas kode </head>

<script charset='utf-8' src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/> <script src='http://cuerosb.googlecode.com/files/cueros%20-lazyload.js' type='text/javascript'/> <script charset='utf-8' type='text/javascript'> $(function() { $(&quot;img&quot;).lazyload({placeholder : &quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmcD_eMDwJddHBWed2Va3jBW6pSnehXY1ow8hyZMIzEZujr31YFzH-kNyaMoxVf9jzlPbKCyUExPibOmBvr67a32kwLgaYgPV3TQeeSSG1gZY1TDKRR7of5wu0IOdht_1XfusJWUhLtGg/&quot;,threshold : 200}); }); </script>

5. Save Template. dan lihat perbandingannya..

Mengganti Tulisan Beranda, Postingan lama & Postingan baru


Bagi yang pengen mengganti tulisan beranda , postingan lama dan baru gw baru dapet nih tricknya langsung aja dipraktekin.

1. Login ke Blogger

2. Klik Template lalu klik Edit HTML, lalu centang Expand Widget Template

3. lalu cari 3 kode dibawah ini dengan menggunakan Ctrl+F
expr:title=’data:newerPageTitle’><data:newerPageTitle/></a>
expr:title=’data:olderPageTitle’><data:olderPageTitle/></a>
<a class=’home-link’ expr:href=’data:blog.homepageUrl’><data:homeMsg/></a>
<a class=’home-link’ expr:href=’data:blog.homepageUrl’><data:homeMsg/></a>

4. hapus tulisan yang berwarna merah lalu ganti sesuai keinginan.
biasanya 
newerPage = Previous
olderPage = Next 
homeMsg = Home.

Selasa, 19 Februari 2013

Bedakan Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi’ah


Bedakan Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi’ah

Sebagian orang berkata bahwa perayaan Maulid Nabi termasuk bid’ah hasanah karena menganggap bid’ah itu ada dua, ada bid’ah hasanah (yang baik) dan bid’ah sayyi’ah (yang jelek). Namun ketika ditanya, apa yang dimaksud bid’ah sayyi’ah, mereka sulit menyebutkan contohnya. Karena semua ibadah yang tanpa tuntunan dikategorikan oleh mereka sebagai hasanah.
Padahal ulama Syafi’i seperti Ibnul ‘Atthor, murid Imam Nawawi telah mengategorikan beberapa bid’ah yang dikatakan hasanah oleh mereka sebagai bid’ah yang tercela. Ibnu ‘Atthor ketika menjelaskan hadits yang dibawakan oleh gurunya, Imam Nawawi dalam Al Arba’in An Nawawiyah, yaitu hadits nomor 5 dari ‘Aisyah tentang bid’ah, beliau berkata,
“Para ulama menganggap perbuatan bid’ah yang tidak pernah diajarkan dalam Islam yang direkayasa oleh orang yang tidak berilmu sebagai sesuatu yang tidak ada landasan (alias: tidak berdalil). Maka sudah sepantasnya hal ini diingkari. Pelaku bid’ah cukup disanggah dengan hadits yang shahih dan tegas ini karena perbuatan bid’ah itu mencacati ibadah.  Di antara perbuatan bid’ah tersebut adalah shalat roghoib dan shalat pada malam nishfu Sya’ban, juga membaca surat Al An’am pada raka’at satu raka’at pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan karena orang awam menyangka bahwa surat Al An’am turun sekaligus pada malam tersebut, begitu pula menambah bacaan shalawat pada iqomah. ” (Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah atau dikenal pula dengan ‘Mukhtashor An Nawawi’, hal. 72)
Hadits ‘Aisyah yang dimaksudkan di atas adalah,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718). Dalam riwayat lain disebutkan,

SEDIKIT BERBAGI

·         Seorang yang berbuat dosa lalu membersihkan diri (wudhu atau mandi), kemudian ia shalat dan memohon pengampunan Allah maka Allah akan mengampuni dosanya. Setelah berkata demikian Rasulullah mengucapkan firman Allah surat Ali Imran ayat 135: "Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji mereka itu sedang mereka mengetahui." (HR. Bukhari dan Muslim)

Iblis berkata kepada Robbnya, "Dengan keagungan dan kebesaranMu, aku tidak akan berhenti menyesatkan bani Adam selama mereka masih bernyawa." Lalu Allah berfirman: "Dengan keagungan dan kebesaranKu, Aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar". (HR. Ahmad)

Semua anak Adam pembuat kesalahan, dan sebaik-baik pembuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat. (HR. Addarami)

Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah daripada seorang pemuda yang bertaubat. (HR. Ad-Dailami)

APA SAJA KRITERIA MENJADI SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW

APA SAJA KRITERIA MENJADI SAHABAT NABI SAW

kubahDefinisi sahabat dari Imam Bukhari yang mengajukan kriteria “menemani nabi atau melihatnya dan dia muslim”, rupanya masih belum memuaskan bagi kalangan ahli hadits.
Beberapa kritikan atas definisi tersebut antara lain : pertama, bagi sahabat yang tuna netra, tidak pernah melihat nabi tidak bisa disebut sebagai sahabat. Kedua, adalah definisi tersebut tidak membahas sahabat yang murtad. Kriteria melihat (ra’a), dengan demikian masih menyisakan beberapa persoalan. Untuk mengatasi probel-problem tersebut kemudian ahli hadist mengajukan kriteria “bertemu” (laqiya) sebagai pengganti kriteria “melihat”. Dengan kriteria ini, maka persoalan sahabat yang tidak pernah melihat atau tidak bertemu dapat dijawab dengan tegas (menghindari ambiguitas).
Solusi berikutnya yang diajukan ahli hadis adalah mengajukan kriteria “meninggal sebagai muslim” (wa mata ‘ala al-Islam). Sahabat yang pada akhir hidupnya kemudian diketahui murtad dengan demikian tidak disebut sebagai sahabat. Dengan kriteria-kriteria tersebut akhirnya definisi sahabat adalah Siapa saja yang bertemu Nabi saat dia masih Muslim dan meninggal sebagai Muslim. Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ahli hadist mengajukan kriteria minimal yaitu : a) pernah bertemu Nabi, b) muslim dan c) meninggal dalam keadaan muslim.

Senin, 11 Februari 2013

MULTIKULTURALISME

 PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
1. Furnivall
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam suatu satu kesatuan politik.
2. Clifford Gertz
Masyarakat multikultural adalah merupakan masyarakat yang terbagi dalam sub-sub sistem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing sub sistem terkait oleh ikatan-ikatan primordial.
3. Nasikun
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara setruktur memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat deverseyang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari satu-kesatuan sosial, serta seringnya muncul konflik-konflik sosial.

Keberagaman Budaya Jawa Tengah

GAMELAN


 Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut) "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.

Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut) "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.

Wayang Kulit


 Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme.
Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri . Ceritera Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu

Senin, 21 Januari 2013


SAAT PENJAGA ARASY LUPA DENGAN BACAAN TASBIH DAN TAHMIDNYA


Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kakbah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.

Jumat, 18 Januari 2013

Pasukan Berpanji Hitam Pengawal Imam Mahdi

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa di akhir zaman nanti akan muncul sebuah pasukan berpanji hitam yang datang dari arah timur, dalam satu riwayat dari Khurasan mengiringi kedatangan Imam Mahdi yang akan berperang menegakkan khilafah islamiyyah dan mengalahkan orang-orang kafir serta jongos-jongosnya dari kalangan munafikin.

Rabu, 16 Januari 2013

Al-Qur'an Berbicara Tentang Asai-Usul Bulan
























Al Qur’an sudah 14 abad lalu menjelaskan asal muasal bulan.
Siapa yang menjelaskan pada Rasulullah Yang buta huruf itu tentang asal mula bulan ? dan penjelasan Rasulullah ini diperkuat oleh gambar dari NASA ini.
  Siapa ya ?
 Jawabannya : “Katakanlah Allah ! yang menurunkannya. lalu biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya ” (Surah Al Anam ayat 91)
Al Qur’an Jelaskan Asal Muasal Bulan (Qur’an Talk About Moon)
“Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (Kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang , agar kalian (dapat) mencari karunia dari Rabb kalian , dan agar kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas ” (Qur’an Surah Al Isra 17 : 12)
 Dijelaskan dalam kitab Dalail an-Nubuwah , Imam Baihaqi dan Ibnu Asakir meriwayatkan sebuah hadits dari Said al Maqbari :